Senin, 06 September 2010

TVI EXPRESS






Edisi Khusus Ulang Tahun ke-12
Rabu, 25-31 Agustus 2010


Banyak uang dan bisa mendapat diskon menginap di hotel-hotel mewah di seluruh dunia, tentu menjadi dambaan setiap orang. Bisnis baru dari Travel Ventures International (TVI), bisa membuka peluang itu. Tak heran, TVI berkembang begitu fenomenal di tanah air.
Beberapa selebriti seperti Tessa Kaunang, penyanyi Eka Deli, Eddies Adelia, Natali Margaretha dan presenter Sony tulung, ikut bergabung. Bagaimana sistemnya ?

Matrik Bergulir
Untuk memahami mekanisme kerja sistem TVI, memang perlu mengikuti prospek dari member yang sudah bergabung. Namun secara sederhana, menurut Ni Komang Suartiningsih, bisnis TVI menggunakan sistem matrik bergulir. "Sistem ini berbeda dengan multi level marketing(MLM). Kalau MLM berhubungan dengan upline dan downline. Di sini kita berkolaborasi dengan 'tetangga', untuk mencapai kesuksesan, tutur perempuan yang sudah menduduki posisi Presidential Associate di TVI.

Matrix bergulir memang tak lepas dari sistem member get member. ini artinya, setiap member baru TVI, harus mereferensikan pada teman-temannya untuk bergabung. Jika lolos dari traveler board, maka bonus pertama sebesar US$500 akan didapat. Member lantas masuk ke express board, dan akan mendapat bonus kedua sebesar US$ 10.000. Untuk lolos dari traveler board, seseorang harus mereferensikan minimal dua orang untuk joint di club ini.

Ada dua keuntungan awal didapat, saat seseorang masuk jadi anggota TVI. selain peluang penghasilan yang tak terbatas, dia juga secara otomatis akan mendapat fasilitas diskon menginap. Periode masa berlakunya pun cukup panjang. "Misalnya kita gabung TVI bulan januari 2010. Kita berhak mendapat diskon di hotel-hotel mitra TVI hingga januari 2011,"tutur syamsul bahri, anggota TVI lain yang juga sudah menduduki Presidential Associate.

Pilihan memang terpulang pada niat awal seseorang saat hendak bergabung. Ada yang cuma ingin memanfaatkan fasilitas diskonnya semata. Tapi banyak juga yang ingin membidik peluang bisnisnya. Inilah yang terjadi pada Ina, istri pesinetron Jeremy Thomas. "Saya lebih fokus mengejar peluang bisnisnya. Karena kalau kita banyak uang, kapan saja kita bisa berlibur," tuturnya saat di hubungi C&R, Senin (22/8) malam.

Menurut Syamsul, fasilitas diskon menginap pada akhirna boleh tidak digunakan. Hal ini karena income seseorang saat masuk TVI tidak dibatasi. Semua tergantung seberapa aktif mereka mereferensikan orang lain untuk masuk jadi member. Namun begitu, pihak TVI tidak jemu-jemu untuk mengadakan kerjasama dengan hotel-hotel tanah air.

Baru-baru ini, TVI menjalin kerjasama dengan hotel bintang lima seperti Shangri-La dan JW. Marriot Surabaya, Merlyn Park jakarta, Arta Duta Medan. Di bulan Agustus ini, TVI juga mengadakan paket bulan puasa menginap di salah satu hotel bintang lima di Surabaya. Untuk memperingati Idul Fitri, TVI membuat "Paket Pembantu Mudik" khusus untuk warga Jakarta dan Surabaya, yaitu menikmati kota Jakarta dan Surabaya dengan menginap di hotel berbintang 5 dikala para pembantu sedang mudik. Sambil menunggu pembantu datang, kita bisa rehat dengan pelayanan hotel yang memuaskan.

Tembus Lebih dari 160 ribu Members


Sebagai perusahaan yang mempromosikan tur dan perjalanan wisata di seluruh dunia, TVI Express memang menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Sejak masuk Desember 2009 lalu, hingga hari ini TVI Indonesia telah memiliki members lebih dari 160 ribu orang. Hanya dengan bermodalkan Rp.3.000.000 (sudah termasuk PPn), member baru akan mendapatkan berbagai keuntungan.
Selain potensi penhasilan sampai Rp. 100 juta, member baru juga akan mendapatkan kantor virtual ("virtual office") dengan akses 24 jam 7 hari seminggu. "Diskon tarif menginap yang didapat, juga amat membantu. Contoh jika tarif hotel Rp 1 juta per hari, diskon 30 persen bisa menghemat Rp 300 ribu. Kalau tujuh hari?" tanya Syamsul Bahri.

Keuntungan berikutnya, tak seperti bisnis MLM, bisnis TVI tidak dipungut biaya keanggotaan tahunan alias biaya tutup poin. Para members juga akan mendapatkan complimentary berupa kamar menginap delapan hari tujuh malam di resort seluruh dunia yang terliansi dengan TVI pusat, yang bisa di akses secara online (tidak termasuk pajak dan makan pagi). sementara jika hendak memakai voucher menginap tersebut di dalam negeri, para members bisa menggunakan fasilitas "booking offline"
Barangkali karena sistemnya yang mumpuni, banyak pihak yang melakukan kampanye negatif pada TVI. Selain tuduhan sebagai money game, pihak-pihak tak bertanggung jawab juga menuduh TVI sebagai perusahaan ilegal, karena tidak masuk keanggotaan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia).

Menurut Syamsul Bahri, TVI memang tidak masuk APLI karena tidak masuk persyaratan yang ditetapkan APLI. Selain bukan MLM, karena tidak menjual produk fisik, TVI juga tidak mencantumkan kewajiban member-nya untuk tutup point. "Selain itu, untuk jadi anggota APLI, syarat untukmasuk jadi member maksimal biayanya Rp 2 juta. Sementara TVI Rp. 3 juta," tutur syamsul. Soal tuduhan bisnis TVI adalah money game, Syamsul menganggapnya itu persepsi yang salah. Semua bisa dilacak dari uang yang masuk dan uang yang keluar perusahaan, yang bisa diterima logika. "Hitung-hitungannya mudah kok,"katanya.

Keberadaan TVI di Indonesia, tak pelak telah merevolusi nasih orang-orang yang dengan tekun menjalaninya. Suharno misalnya. Mantan sekuriti Bank Mega ini selama tujuh bulan bisa memperoleh uang Rp 1 miliar lebih. Ratusan temannya di Bekasi, yang mengikuti jejaknya, kini sudah punya rumah dan mobil.

Seorang mantan karyawati bernama Yanis D, langsung berhenti dari pekerjaannya, setelah dalam 11 hari mendapat bonus Rp 100 juta. Setelah tekun mereferensikan ke teman-temannya, dalam tujuh bulan ia sudah mendapat bonus Rp 2,1 miliar. "Sekarang saya jadi ibu rumah tangga yang biasa-biasa saja. Tapi penghasilannya luar bisa,"kata Yanis sambil tertawa.

Lain lagi nasib Gino Lie, seorang pedagang alat-alat akuarium. Dalam empat hari, ia mendapat bonus US$500. Tak sampai satu bulan, Gino meraih angka Rp 100 uta. Setelah tujuh bulan menggeluti bisnis TVI, Gino sudah mengantongi uang sekitar Rp 3 miliar. "Dagang saya serahkan ke anak buah. Sekarang saya keliling daerah untuk presentasi, karena uangnya lebih gede dan nggak mungkin rugi," tutur Gino senang.

Untuk sebuah kehidupan yang lebih baik, TVI pilihannya. Jika anda berminat, silahkan hubungi no HP 081807106388 atau ke Senayan Trade Center (STC) lantai 4 no. 69, Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat,
Telepon +62 21 57931908, Fax +62 21 57932038.



Ine Jeremy Thomas
Senang Ikut Bantu yang Kesusahan


Saya baru bergabung TVI tiga bulan lalu. Berapa uang yang sudah saya dapat? Lumayanlah. Saya nggak mau nyebut. Tapi saya memang lebih fokus ke peluang bisnisnya. Karena kalau dapat bonus besar, saya toh bisa pergi ke mana saja yang saya mau. Hingga kini, sekitar 2500 orang sudah ikut dalam grup saya.

Saya tidak terlalu serius menjalani bisnis ini. Ini salah satu alasan saya ikut TVI. Saya punya pekerjaan lain. Tapi saya juga ingin mendapat tambahan penghasilan. Dengan ikut TVI, selain mendapat berbagai keuntungan, saya bisa menjalankannya di rumah sambil ngawasin anak-anak. Dalam seminggu, saya juga bisa atur sendiri, kapan saat memprospek calon member. Misalnya saya bisa jam empat sore, ya selesai kerja saya bisa diantar suami ketemu dengan mereka yang berminat ikut.

Impian tentu saja ada. Saya berharap bisa mengembangkan bisnis baru, hehe. Tapi yang lebih menyenangkan, ketika saya bisa memberi jalan pada orang-orang yang membutuhkan uang lewat TVI. Banyak yang ingin menikahkan anaknya, janda-janda yang butuh pendapatan dan lain-lain, yang akhirnya bisa memperoleh uang. Kadang mereka berterima kasih pada saya. Saya tentu saja heran. Kenapa mereka tidak berterima kasih pada TVI?

Sejauh ini, yang ikut dalam grup saya dari kalangan bawah sampai atas. Pokoknya merata. Ini bisnis dengan modal kecil, tapi untungnya berlipat-lipat. Tidak terlalu menyita waktu. Semua bisa diatur sesuai harapan dan keinginan kita. Kalau ingin dapat bonus tinggi, harus rajin mengajak teman. Saya pribadi nggak ada target. Semua saya jalani semampu saya. Kalau mengajak teman bergabung ternyata nggak mau, ya tidak apa-apa. Pokoknya di bawah enjoy.



Kutipan dari Tabloid Cek & Ricek, edisi 614,
Rabu, 2 - 8 Juni 2010
Halaman 11, Tribun Bebas



Puluhan artis terjun mengikuti bisnis direct selling TVI untuk menambah pundi-pundi rupiah. Tak lebih dari tiga bulan, uang ratusan juta berada di genggaman mereka.

Selain pemain-pemain lama bisnis direct selling seperti Amway, CNI dan K-Link, lima bulan belakangan sedang demam direct selling baru dari Inggris. Namanya TVI Express alias Travel Ventures International. Inilah raksasa baru industri direct selling yang berhasil memikat para selebriti Indonesia. Selain Tessa Kaunang, ikut pula penyanyi Eka Deli, Eddies Adelia, dan Natali Margaretha. "Kalau dihitung banyaklah. Namun, saya nggak bisa sebutin satu persatu," kata seorang artis yang enggan disebut namanya.

Nilai yang mereka dapat terbilang menggiurkan. Selama tiga bulan menggeluti bisnis TVI, seorang di antara nama-nama tersebut bisa meraup US$70,000. Jika dirupiahkan, jumlahnya mendekati Rp 700 juta. Padahal modal awalnya minimal Rp 2,6 juta untuk menjadi members. Artis kondang yang tak mau disebut namanya tadi menjamin sistem TVI benar-benar menjanjikan keuntungan besar, jika mau bekerja keras. "Ada teman saya yang habis 100 juta bisnis iklan, tapi sampai sekarang belum ada hasilnya. Padahal, modal sudah hilang sebanyak itu. Sebelumnya dia menolak saat saya ajak ikut," kata sang artis tadi saat ditemui di Senayan City, Senin (31/5) petang.

Memadukan Tiga Konsep

Keyakinan artis tersebut untuk menjadi member TVI berawal setelah ia mempelajari sistem penjualannya. Sebelumnya, selama tujuh tahun ia menggeluti bisnis multi level marketing lain. Di TVI, ia melihat produk yang dijual amat menarik. Yakni, discount card yang bisa digunakan di berbagai hotel atau penerbangan yang menjadi partner TVI. Selain konsep direct selling dan menjual pariwisata, bisnis ini juga pure online karena semua transaksi melalui internet.

Discount card tadi diberikan pada member baru, dengan nilai diskon yang berbeda-beda pada mitra TVI. Dengan uang sebesar Rp 2,6 juta sebagai modal awal, members baru berhak atas beberapa fasilitas, termasuk menjadi anggota seumur hidup TVI. Selain potongan tarif hotel dan tiket pesawat, discount card bisa pula berlaku pada rental mobil perusahaan partner TVI. "Tapi yang saya cari bukan orang yang cuma ngejar diskon. Saya ingin mereka mau menjalankan bisnis ini," kata sang artis.

Berbeda dengan MLM konvensional, di TVI dikenal ada dua board: traveller board dan express board. Setiap yang masuk membeli satu atau lebih member, akan masuk di level satu. Agar naik ke level berikutnya, anggota baru harus mengajak teman-teman yang lain, hingga terisi delapan anggota baru. Seterusnya hingga naik ke level empat dan akan masuk ke express board. Bonus setelah di level 4 Traveller Board adalah US$ 500.

Di express board skemanya sama. Setiap kali sudah terisi delapan anggota baru, anggota lama akan naik tingkat hingga level 4. Saat sudah berada di level 4 express board, ia akan mendapat US$ 10,000. Setelah mendapat US$10,000 akan kembali ke level 1 di express board. Dari sini, akan kembali merambat naik jika 8 anggota baru masuk. Sistem ini membuat seseorang akan mendapat bonus terus-menerus, asal mau terus bekerja keras. "Soal keluhan voucher 6 malam 7 haru liburan di satu hotel yang sempat tidak bisa diklaim, sekarang kita sudah nggak ada voucher itu. Dulu memang ada. Jadi, mungkin tidak semua distributor mengetahui," kata artis tersebut.

Kampanye Hitam

Kesuksesan TVI menggaet banyak members baru, memang tak lepas dari berbagai kritik dan hujatan. Banyak yang mengaku sebagai member baru TVI yang kesulitan menggunakan discount card hotel. Belum lagi gugatan jika TVI tidak terdaftar sebagai anggota APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Termasuk tuduhan bahwa bisnis ini hanya sekedar tipu-tipu belaka. "Tapi, menurut saya, itu semua kampanye hitam dari kompetitor TVI. Mereka yang sudah merasakan hasilnya, akan jalan terus," kata sang sumber.

Sang artis tadi mengaku akan ngomong pada media secara blak-blakan, jika bonus yang didapat sudah mencapai Rp 300 juta. "Sekarang saya baru dapat US$10,000. Target saya dua bulan sudah menembus US$ 30,000," katanya optimistis, sambil menyebut nama rekan artis yang bisa mendapat $ 40,000 dalam waktu dua bulan. "Lihat dia. Orang sedunia ngomong jelek soal TVI, dia akan jalan terus. Wong dia sudah dapat duitnya Rp 400 juta, kok," sambungnya sambil menunjuk sang artis yang sedang berdiskusi dengan komunitasnya.

Ia mengakui, TVI memang belum terdaftar sebagai anggota APLI. "Tapi ini, kan, baru. Semua masih proses. Dulu MLM lain juga cukup lama tidak terdaftar sebagai anggota APLI. Saya yakin, manajemen TVI sedang dalam proses mendaftar," katanya meyakinkan. Agar kenaikan levelnya bisa cepat, si artis tadi menganjurkan untuk membeli tiga member sekaligus. Kalau satu member Rp 2,6 juta, maka beli tiga jadi Rp 7,8 juta.

Karena produknya terkait dengan pariwisata, selain diskon, ada pula promo-promo pariwisata yang dikeluarkan TVI. Artis tadi menyebut, bulan Juni mendatang ada promo mengunjungi Belanda selama seminggu dengan biaya hanya Rp 7 juta. Biaya sebanyak itu sudah termasuk hotel, makan tiga hari, muter-muter obyek wisata di Belanda selama dua minggu dan tiket pesawat pulang-pergi.

Tingkat keberhasilan pelaku bisnis ini tergantung etos kerja para anggota baru, selain faktor-faktor lain yang mempengaruhinya. Tak jarang, ada member baru yang cuma mengincar diskon saja. Mereka enggan untuk bekerja keras sampai mendapat bonus besar. "Padahal, inilah bisnis yang bisa dijalankan dari rumah, karena semuanya bisa kita pantau lewat internet," kata si artis menutup perbincangan.
---
Saran saya, jangan langsung percaya apa yang dikatakan oleh website tertentu, apalagi basis web tersebut terbuka untuk umum dan gratis pula. Bisa saja itu hanya usaha kampanye hitam dari orang-orang yang tidak senang dengan TVI Express.

Dalam hal ini saya hanya mencoba untuk membantu teman-teman untuk kita sukses dan kaya bersama-sama, dengan bekerja bersama-sama. Lebih indah rasanya apabila bisa merasakannya bersama.

untuk daftar bisa klik atau copypaste :

www.tviexpress.com/idealiz1

atau hub. 081809211222